berhasil Enews

SAYA BANGGA MENJADI ORANG NU

Saya bangga menjadi orang NU, sengaja dipilih menjadi judul buku ini, paling tidak untuk dua alasan. Pertama: sebagai ungkapan kegembiraan atas keyakinan saya ber-islam secara NU ( tradisional: sejak awalnya saya Islam, hanya karena semata-mata mengikuti agama ayah dan ibu saya ) telah sampai pada kesadaran, bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan secara obyektif dan rasional terhadap inti ajaranya, terbukti NU memiliki kebenaran islam yang otentik dan tak terbantah. bahkan NU terlalu besar untuk disebut hanya sebagai sebuah sekte dalam Islam. Kedua: judul tersebut juga saya maksudkan sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan sederhana; ..hal apakah yang membuat anda merasa bangga menjadi orang NU. ? sekaligus berbagi kebanggaan menjadi orang NU. karena ternyata ajaran NU yang berpokok pada Islam ahlussunnah waljamaah sunguh telah teruji mampu bertahan dari pukulan dalam pertarungan ideologi, sejak dari serangan kaum murjiah, syiah dan mutajilah pada masa-masa awal sejarah islam maupun saat diterpa ganasnya gelombang tajdid yang dimotori oleh Wahabi, sejak pada penghujung abad 18 hingga hari ini. bahkan NU menjadi benteng pertahanan terakhir kaum muslimin. Tentang ganasnya gerakan tajdid, seluruh kaum muslimin yang mencermati betul sepak terjang mereka dibuat bingung dan bertanya-tanya; apakah gerakan tajdid-pem-Baru-an Islam. Atau juga sebagai Wari: Saya bangga menjadi orang NU 3 mana klaim mereka sebagai Gerakan Pemurnian Ajaran Islam, itu merupakan Ungkapan Cinta Sejati terhadap islam, atau gerakan me-Mutilasi Ajaran Islam.?.. pertanyaan ini muncul sekurang-kaurangnya karena dua alasan Pertama; secara gramatikal, kata Tajdid(1) dalam arti purifikasi kembali kepada quran tidak amat populer dalam Khazanah ke-Agama-an Islam angkatan salafussahlihun. 1) Istilah tajdid, baru amat populer setelah munculnya gerakan Wahabi. Entah apa yang ingin dikatakannya. Yang pasti, adalah ketika kata Tajdid -pembaruan disandingkan dengan analysis Heri Nurdi, (Redaktur pelaksana majalah sabili) kata tersebut menjadi mirip dengan Tujuan dari gerakan Freemasonry, menciptakan tatanan Islam Baru. menciptakan tata Dunia baru; Novus Ordo Seclorum. Merasa tak asing dengan kalimat Novus ordo Seclorum..? Ya, memang tak asing. Terutama bagi mereka yang sering memegang mata uang dolar, khususnya pecahan satu dolar. Sepanjang bisa dilacak, kalimat ini berasal dari seorang penyair Roma bernama Virgil yang hidup pada abad pertama sebelum Masehi dalam baris ecloguw IV ia menuliskan tentang suatu era yang penuh damai dan kebahagiaan: Seorang ahli bahasa Latin, Charles Thomson menjelaskan bahwa Novus ordo seclorum dalam kaitan peradaban yang dibangun oleh Amerika. Adalah, the date underneath (the Pyramid) is that of the Declaration of Independence and the world under it sinify the begining of the new American Era, which commences from that date Sedangkan U.S. State Departemen menjelaskan bahwa arti dari novus Ordo Scholarum adalah A new order of the ages Note: Novus Ordo Secholarum, was not Intended to mean (nor does it correctly translate into) New World Order Seclorum Is Plural ( New Worlds order..?). and Thomshon said The Motto Refers to the New American Era begining in 1776. Also New World order is originaly an English phrase whose Latin translation World not be Novus ordo sechlorum. Tapi sebagian ahli juga mempercayai bahwa motto ini bersal dari Freemasonry, yang merujuk pada cita-cita mereka untuk mewujudkan tuan sejati untuk Dunia yang penuh damai. Tapi sesungguhnya, orde tata dunia baru yang di inginkan oleh kaum yahudi ini sama sekali bukan zaman yang indah dan penuh kebahagiaan. Melainkan zaman yang gelap, penuh pertumpahan darah dan peperangan. akan menjadi pemimpin tata Dunia baru Versi Freemason. Demikian Heri Nurdi dalam bukunya Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia Halaman 91 Wari: Saya bangga menjadi orang NU 4 Kedua; adalah karena efek yang ditimbulkan oleh gerakan Tajdid sungguh sangat luar biasa. Gerakan ini telah menjadi penegas bagi munculnya era baru, Perpecahan dalam Islam. Dikatakan demikian karena Atas Nama al Quran, Gerakan Tajdid, yang dimotori Ibnu Abdul Wahab, tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi tradisi Islam Suni; ahlussunnah waljamaah yang mempercayai petunjuk Al Quran,tentang Realitas adanya para wali Allah, dengan cara mendakwanya sebagai perbuatan Takhayyul, khurafat dan Syirik. Atas nama Sunnah Rasul, Gerakan Tajdid yang dimotori Ibnu Abdul Wahab tidak memberikan ijin kepada kaum Muslimin pengikut madzhab ahlussunnah waljamaah untuk mengekspresikan Cinta mereka kepada Rasulullah SAW, dalam ungkapan Puisi Shalawat. marhabanan, Dan dibaan apalagi kepada para Salafussalihin, atau manaqiban dengan mendakwanya sebagai Kultus personal dan membawa kemusyrikan, padahal Allah SWT. Jelas-jelas memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bershalawat kepada Nabi.3 3). Al ahzab ayat 56 b) !$# mtGx6ʹn=tBur tbq=| n?t c

1988

Cabe Cabean Part II

fenomena " cabe - cabean " menurut gue jaman udah makin kacau aja yah, gue gak ngerti ? jangan tanya gue oke. sebelum ke cabe cabean gue pengen kasih tau dulu ke lo semua, sebelum kata cabe cabean ini fenomenal udah pernah ada yang fenomenal duluan kalian tau apa " ALAY "waktu gua SD belum ada nih kata kata ALAY , gak ada , jaman jaman gua SMA aja baru muncul kata alay , gue gak tau siapa yang mencetuskan kata ALAY pertama kali , sampe bumingnya keteraluan gitu . gak tau gue siapa pencetus alay pertama kali. jadi kalian gak usah tanya gue.sesudah kata alay, jaman sekarang banget ini, di masa perkuliahan gue, gue diperkenalkan dengan kata " CABE CABEAN " beuuhhh akhir akhir lagi heboh banget sama kata " cabe cabean " , sumpah gue gak ngerti banget apa itu maksud dari kata cabe cabean . why cabe ? kenapa gak terong terongan, timun timunan, lengkoas lengkoasan, KENAPA HARUS CABE ??KENAPA ??jadi gini awal mula pertama gue denger kata "cabe cabean" itu di kelas, waktu gue lagi kuliah, waktu temen gue ka anis nyeplos gitu " ahh lu jangan pada kayak cabe cabean dah", gue bingung dong, gue bukan anak gaul yang tau semua kostak kata atau artian artian gue ini cupu, you know ? , ya otomatis gue langsung tanya " hahaha cabe cabean apa'an si ka ?" dia cuma nyengir, ya karna menurut gue kata cabe cabean itu gak penting untuk gue tau artinya, yaudah gue abaikan, tapi keesokan harinya kata " cabe cabean " diucapkan lagi dan lagi, itu ngebuat gue semakin kepo apa'an si cabe cabean ?? akhirnya gue nanya ama temen sekelas gue yang gaulnya bagus ketimbang gue sebut saja putri ." put, cabe cabean apa'an si ? "" itu loh jeng anak anak cewe genit jaman sekarang "langsung aja gue " oohhhh cewe genit, yaelah dasar cabe cabean"

2000-00-00